Menjelang Indonesia vs Lebanon, Pakar Soroti Strategi dan Kerangka Tim
Timnas Indonesia Hadapi Lebanon: Ujian Strategi dan Kerangka Tim Utama
Menjelang Indonesia vs Lebanon: Laga Penting FIFA Matchday 2026
Bolasport77 – Menjelang laga Indonesia vs Lebanon, Timnas Indonesia akan menantang Lebanon pada laga kedua FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/9/2026) pukul 20.30 WIB. Pertandingan ini menjadi bagian penting persiapan Skuad Garuda menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pengamat sepak bola nasional, Weshley Hutagalung, menilai duel Indonesia vs Lebanon akan menjadi ujian serius bagi pelatih Patrick Kluivert. Menurutnya, laga ini bukan sekadar uji coba, tetapi kesempatan tepat untuk membangun kerangka tim utama.
“Melawan Taiwan, kita puas dengan skor, tapi belum puas dengan gaya bermain dan komposisi yang pas untuk laga Oktober menghadapi Arab Saudi dan Irak,” ujar Weshley kepada Bolasport77.com.
Ia menambahkan, banyak pemain diberi menit bermain oleh Kluivert saat melawan Taiwan, namun belum tentu masuk kerangka tim inti untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kesempatan Menurunkan Kerangka Tim Utama
Weshley menekankan, laga melawan Lebanon harus menjadi momen bagi Kluivert menurunkan susunan pemain inti. Meski perhatian publik tertuju pada pemain anyar Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans, kedua pemain ini masih membutuhkan adaptasi untuk menyatu dengan gaya cepat Timnas Indonesia.
“Sudah saatnya kerangka tim utama diberi kepercayaan lebih banyak. Mauro dan Miliano harus cepat menyesuaikan diri dengan gaya bermain cepat tim,” ujarnya.
Selain dua pemain anyar, ia juga menyoroti pentingnya menurunkan pemain kunci seperti Joey Pelupessy, Justin Hubner, dan Dean James sejak awal. Komposisi ini harus didukung oleh cadangan berkualitas.
“Pemain cadangan bukan sekadar menunggu, tapi harus siap menjadi inti kedua yang punya kualitas setara dengan starter,” tegas Weshley.
Simulasi Lawan Kuat Asia Barat
Weshley menekankan bahwa apa yang terjadi saat menghadapi Taiwan tidak akan terulang ketika Timnas Indonesia menghadapi tim tangguh Asia Barat, seperti Arab Saudi, Irak, atau Lebanon. Duel kontra Lebanon menjadi simulasi nyata menghadapi lawan solid yang menuntut kreativitas permainan.
“Pemain Indonesia tidak akan punya banyak ruang untuk berorganisasi. Mereka harus mampu memanfaatkan peluang terbatas dan menghadapi transisi bertahan-menyerang yang cepat dari lawan,” jelas Weshley.
Lebanon, Lawan dengan Rekam Jejak Solid
Timnas Lebanon datang ke Surabaya dengan catatan impresif. Mereka baru saja menundukkan Qatar 1-0 pada laga uji coba di Doha dan hanya sekali kalah dalam lima pertandingan terakhir. Saat ini, Lebanon memimpin Grup B Kualifikasi Piala Asia 2027 tanpa kalah dari tiga laga.
Pelatih Miodrag Radulovi menerapkan gaya bermain disiplin dan agresif, menjadikan Lebanon lawan tangguh. Kombinasi pertahanan kokoh dan transisi cepat menjadi kekuatan utama mereka.
Dengan latar tersebut, laga Indonesia vs Lebanon bukan sekadar uji coba. Bagi Kluivert dan anak asuhnya, duel ini menjadi simulasi nyata sebelum menghadapi raksasa Asia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober mendatang.
Ikuti perkembangan berita sepak bola Indonesia dan internasional di @bolasport777 dan bolasport77.com